Selasa, 26 Mei 2015

Solusi Mengatasi 6 Penyebab Kegagalan Trading

Dunia trading Indonesia sedang berada dalam “masa suram”!
Mengapa? Karena mayoritas “karir” trader Indonesia (terutama pemula) berhenti secara prematur sebelum mereka mampu menghasilkan apa pun. Padahal banyak sekali yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk meraih peluang yang ada di pasar, namun tak mampu memperoleh hasil yang berarti.
Ada banyak hal yang menyebabkan perjalanan trading para trader forex di Indonesia berhenti  dengan cepat ibarat bunga yang layu sebelum berkembang. Kali ini, kita akan mencoba untuk membahas setidaknya 6 penyebab kegagalan dalam trading berikut cara mengatasinya.
Penyebab #1: Belum menjadikan trading sebagai kebiasaan
Pernahkah Anda melihat pekerja di pabrik rokok kretek yang bisa melinting 350 batang rokok per jam dengan sangat rapi? Atau juru ketik yang bisa mengetik 80 kata per menit tanpa kesalahan, bahkan tanpa perlu melihat papan ketik?
Rahasianya adalah latihan yang kemudian menjadi kebiasaan. Itulah mengapa mereka terlihat sangat lihai melakukan hal-hal tersebut.
typist
Dalam trading pun demikian. Selama Anda masih belum terbiasa melakukan analisa dan mengambil keputusan, maka Anda akan tetap “gagap”. “Langkah” Anda akan tersendat-sendat dan Anda akan bosan karena menganggap trading forex bukanlah pilihan yang tepat. Padahal masalahnya bukan pada forex-nya, melainkan pada ketidakbiasaan Anda.
Solusinya: jadikan aktivitas trading sebagai kebiasaan. Luangkan waktu setiap hari untuk memantau, menganalisa dan melakukan transaksi. Nah, dalam proses “pembiasaan” ini, Anda bisa menggunakan demo account terlebih dahulu.
Penyebab #2: Masalah  kepercayaan diri
Ada dua masalah tentang kepercayaan diri:
-          Kurang percaya diri
-          Terlalu percaya diri (Oh, ya! Ini juga masalah!)
Kurang percaya diri diakibatkan kurangnya pengetahuan. Terlalu banyak hal-hal negatif yang memenuhi pikiran. Takut salah perkiraan, takut rugi, dan sebagainya. Ketakutan-ketakutan itu mencegah Anda untuk melakukan transaksi dan akhirnya justru banyak kesempatan emas terlewatkan.
confident 1
Solusinya: perbanyaklah belajar. Lengkapi  pengetahuan dengan teknik trading serta manajemen modal dan manajemen resiko, sehingga beberapa kali loss tidak akan mempengaruhi hasil trading Anda, karena secara keseluruhan Anda masih tetap bisa menikmati profit yang manis.
Sebaliknya, percaya diri yang terlalu tinggi pun bisa menjadi masalah. Terlalu percaya diri akan menyebabkan Anda tidak disiplin pada trading plan. Alih-alih mendapat keuntungan, justru kerugian yang besar akan senantiasa menghantui Anda hingga suat saat akan “membunuh” akun Anda.
Solusinya:Ingat bahwa Anda tidak mungkin bisa mengendalikan pasar. Pasarlah yang selalu benar. Maka patuhi sistem trading, manajemen modal dan manajemen resiko Anda. Ketika semua parameter itu mengatakan Anda harus keluar dari pasar, maka keluarlah. Dengan kata lain, patuhi trading plan Anda!
Penyebab #3: Terlalu banyak mempelajari teori trading
Banyak sekali trader pemula “kalap” dalam melahap berbagai macam teori, trik dan strategi sehingga mereka lupa bahwa semua itu tak akan membuahkan apa-apa tanpa praktek di pasar yang sesungguhnya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka tidak membutuhkan teori yang terlalu rumit atau canggih untuk bisa menangkap peluang yang ada di pasar. Akhirnya mereka menjadi bingung, teori mana yang harus mereka pakai.
overlearning
Solusinya: Pelajari satu atau paling banyak dua sistem trading saja. Kuncinya adalah: pilih sistem trading yang paling sesuai dengan karakter/style trading Anda. Kenyataannya, para trader profesional hanya menggunakan satu atau dua strategi sederhana dengan konsisten.
Belajar memang perlu, namun terlalu banyak mempelajari teori trading hanya akan membuat Anda bingung.  Semua yang serba “terlalu” memang tak baik. :)
Penyebab #4: Terlalu mudah menyerah
Seringkali para trader pemula menyerah kalah setelah didera beberapa kali kerugian. “Ini bukan dunia saya,” kata mereka. Padahal beberapa kali kerugian adalah hal yang wajar dalam bisnis.
Yang membuat mereka “angkat tangan” biasanya adalah besarnya kerugian yang diderita. Ini karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen modal dan manajemen resiko.
give up
Solusinya: sadari bahwa kerugian hanyalah resiko yang memang merupakan bagian dari bisnis mana pun, termasuk trading. Agar bisa meminimalkan resiko, pelajari dan terapkan manajemen resiko yang baik dan benar, sehingga Anda akan memiliki lebih banyak peluang untuk memanfaatkan pergerakan pasar.
Penyebab #5: Tidak memiliki plan
If you failed to plan, you planned to fail.” Apa pun yang dilakukan tanpa perencanaan – terutama bisnis – hampir pasti tidak akan berjalan dengan baik, bahkan berakhir dengan kegagalan.
plan
Trader yang melakukan transaksi hanya secara sporadis, tanpa perencanaan yang matang, tak pernah bisa bertahan lama di kancah per-trading-an. Mungkin pada beberapa kasus ada pemula yang bisa memperoleh keuntungan di awal-awal perjalanan trading mereka, namun tidak pernah ada yang bisa mempertahankan prestasi itu. Justru mereka biasanya “selesai” hanya dalam hitungan minggu.
Solusinya: milikilah trading plan, yang di dalamnya ada aturan-aturan yang harus Anda ikuti termasuk batasan resiko, sistem yang harus diikuti, hingga aturan menggunakan modal. Jangan lupa: disiplanlah menjalankan trading plan tersebut. Dalam trading, ada pemeo yang berbunyi, “Plan your trade, trade your plan.”
Penyebab #6: Tidak fokus
Kebanyakan trader pemula – terutama part-timer – tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisa dan transaksi karena kesibukan mereka. Akhirnya mereka hanya melakukan transaksi di waktu-waktu senggang saja. Sayangnya kebanyakan waktu senggang yang mereka miliki justru adalah waktu-waktu yang “sepi”, ketika tidak banyak pergerakan yang signifikan di pasar.
focus
Kalaupun ternyata waktu senggang tersebut bertepatan dengan “jam sibuk” pasar (ketika banyak peluang yang tercipta), namun tidak diimbangi dengan konsentrasi yang cukup baik. Terkadang perhatian mereka teralihkan oleh tayangan di televisi, topik obrolan yang menarik, atau mungkin rengekan sang anak yang mengajak bermain. Akibatnya, banyak sekali peluang yang terlewatkan. Trading pun menjadi tidak maksimal, tidak bisa memberikan hasil yang diharapkan, dan pada gilirannya hanya akan membuat Anda meninggalkan peluang yang sangat luar biasa.
Solusinya: sediakan waktu khusus untuk trading. Pasar biasanya akan ramai pada pukul 14.00-21.00 WIB. Pilihlah waktu di antara jam-jam tersebut. Tidak perlu terlalu lama, cukup satu atau dua jam saja sehari, seandainya aktivitas Anda sudah cukup padat. Jika waktu Anda bisa lebih panjang, tetaplah selingi dengan istirahat sekitar setengah hingga satu jam tiap dua jam sekali. Ini penting untuk menjaga kebugaran Anda.
Seandainya memungkinkan, sediakan juga tempat khusus untuk melakukan aktivitas trading, di mana gangguan bisa Anda minimalkan. Jika tidak memungkinkan, buat kesepakatan dengan teman atau anggota keluarga yang lain bahwa Anda tidak ingin diganggu pada jam-jam trading Anda tersebut.
Mudah-mudahan pemaparan ini bisa mencegah Anda menjadi trader yang “layu sebelum berkembang”, dan dunia trading Indonesia akan segera keluar dari “masa suram” ini.

FOREX = Bisnis? Benarkah?

forex bisnis
Ketika penulis memutuskan untuk berkecimpung di dunia trading, timbul pertanyaan “ apa langkah pertama saya agar bisa bertrading ? “. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang amat wajar dan sayangnya jawabannya jarang ditemukan dan di ulas secara logika di buku – buku sejenis atau bahkan pelatihan forex lain. Banyak yang menyarankan pendekatan “ learning by doing “ atau  “let it flow” yang menurut penulis adalah sedikit menyesatkan. Jika trader serius berkecimpung di dalam trading forex, maka perlakukanlah forex sebagai sebuah bisnis. Pelajarilah bisnis ini dengan memulai dari mengenal apa itu forex dari berbagai sumber. Penulis sangatlah tidak menyarankan pembaca untuk berhenti dari pekerjaan atau meninggalak bisnis yang sekarang dijalani.
Pembaca bisa mengambil keputusan pribadi ini tentunya setelah mampu mendapatkan keuntungan secara konsisten dan merasakan kecocokan dengan bisnis trading forex ini. Jika anda sudah menganggap ini sebuah bisnis artinya anda harus berpikir dan bertindak selayaknya pelaku bisnis. Misalkan anda berencana untuk menjalankan usaha di bidang kuliner. Pertanyaannya, apakah anda akan langsung membuka restoran minggu depan dan mengharapkan pelanggan akan datang dan langsung makanan anda terjual habis? Seorang pelaku bisnis, biasanya akan terjun ke pasar dengan rencana bisnisnya. Berikut ini ada beberapa tahapan yang perlu di lewati, agar bisnis trading forex anda dapat berkembang.
 1.    Persiapan
Sebelum anda memulai bisnis anda di bidang kuliner, pasti anda akan mencoba mencari tahu tentang seluk beluk bisnis tersebut dengan bertanya kepada teman atau kerabat, membaca buku atau website atau mengikuti sebuah pelatihan. Lalu dilakukan survei dengan mencoba produk dan pelayanan pesaing, bertanya kepada petugas penjaga atau kepada pelanggan yang berada di tempat pesaing dengan maksud agar dapat mengambil nilai positif dimiliki pesaing. Untuk trading forex, tanpa disadari mirip dengan bisnis – bisnis pada umumnya termasuk bisnis kuliner. Mungkin anda mendengar dari kawan atau kerabat yang telah berhasil di bisnis ini, dan pembaca ingin merasakan hal yang sama. Dorongan dari dalam untuk mencoba dan tidak mau tertinggal dari yang lain membuat pembaca tetap optimis untuk mengerti lebih mendalam tentang bisnis trading forex. ( baca : Forex itu apa sih ? )
Pelaku bisnis yang cerdik biasanya tidak langsung menerjunkan diri dibidang bisnis tanpa berlatih atau mencoba dalam skala kecil terlebih dahulu. Anda selayaknya mencoba trading secara manual dengan menggunakan demo account. Hal ini biasanya akan memakan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan hingga pembaca mempunyai tingkat keberhasilan yang konsisten dan kepercayaan diri yang meningkat.
 2.    Peresmian
Setelah anda merasa mempunyai persiapan yang cukup, anda dapat bersiap untuk menjalankan bisnis secara real dan segera memulainya. Mulailah dengan memutuskan lokasi bisnis yang strategis dan mempersiapkan kebutuhan material seperti meja, piring, gelas dan lain – lain. Langkah berikutnya mungkin mendapatkan izin usaha yang resmi dan mulai mencari karyawan bila diperlukan. Begitupun dengan trading forex, setelah anda merasa yakin dengan kemampuan trading anda dengan menggunakan demo account, maka anda bersiaplah untuk memulai bisnis sesungguhnya di real account. Persiapkanlah peralatan yang dibutuhkan untuk mendongkrak trading anda seperti komputer / laptop, koneksi internet dan broker forex yang bisa anda percaya.
 3.    Rutinitas  
Setelah tahap peresmian selesai, masa rutinitas selama beberapa bulan mendatang akan sangat menentukan keberhasilan bisnis apapun itu jenisnya. Sama seperti bisnis kuliner, pasti anda akan membuat agenda harian untuk mencatat performa harian anda apakah makanan yang anda jual laku atau tidak dan bagaimana strategi untuk kedepannya. Begitupun dengan trading forex, anda harus membuat agenda harian mengenai performa trading anda,  sehingga anda dapat memonitar hasil bisnis anda tersebut. Penulis menganjurkan kepada trader untuk membaca berita – berita fundamental minimal seminggu sekali untuk persiapan trading berikutnya dan trader juga wajib untuk melakukan analisa teknikal untuk pair yang anda pilih untuk trading anda setiap harinya.
 4.    Berkembang
Setelah bisnis trading forex berjalan dengan lancar dan memberikan penghasilan yang regular maka dapat mulai mengembangkan bisnis anda ini. Untuk meningkatkan jumlah keuntungan, silakan mencoba currency pairs lain dengan strategi serupa. Cara lain adalah dengan meningkatkan ukuran lot misalnya dari 0.1 lot menjadi 1 lot, namun hal ini dibutuhkan kesiapan mindset dan money management yang cukup. Sangat amat disarankan untuk tidak mudah berganti – ganti strategi sampai menguasai strategi tersebut secara mendalam.  Anda tidak perlu menguasai terlalu banyak strategi karena biasanya tidak ada korelasi jumlah strategi dengan jumlah keuntungan. Semakin sederhana suatu strategi, biasanya akan semakin baik.
Kesimpulan : Trading forex itu sangatlah mirip dengan bisnis konvensional lainnya yang harus dijalankan dengan serius dan sepenuh hati. Janganlah terjun ke dalam bisnis ini, dengan setengah hati, karena nantinya akan berakibat buruk terhadap performa trading anda. Dengan persiapan yang cukup dan semangat pantang menyerah, anda akan berhasil dalam bisnis ini. Happy trading

Senin, 25 Mei 2015

Jangan Asal Asalan Menempatkan Stop Loss


Saat kita bertransaksi mengambil posisi baik itu Buy atau Sell, langkah yang tidak boleh kita lupakan yaitu menentukan batasan resiko kita atau yang lebih kita kenal dengan menentukan Stop Loss serta Profit yang akan kita ambil. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan pentingnya stop loss dan apa yang harus kita perhatikan saat menentukan stop loss.
Bagi yang sudah terjun di dunia trading atau bagi mereka yang sudah bertransaksi pernahkah mengalami kejadian saat kita mengambil posisi dan sudah menentukan level stop loss kemudian harga bergerak mengenai stop loss masih bagus kalau harga terus bergerak berlawanan dengan posisi yang kita ambil tadi berarti kita tepat membatasi kerugian kita, yang menjadi masalah kejadian yang sering dialami yaitu setelah mengenai stop loss kita harga kembali berbalik arah bahkan searah dengan posisi yang kita ambil sebelumnya pasti menjadi sangat menyesakkan di dada karena posisi yang kita ambil tadi yang seharusnya sudah benar dan bisa mendapatkan profit lenyap gara gara harga bergerak menyentuh stop loss kita terlebih dahulu. Kejadian ini sering dialami oleh trader trader pemula karena kurang pahamnya mereka mengenai pemasangan level stop loss. Nah yang terjadi kemudian akan muncul pertanyaan “ahh seandainya tadi saya tidak pasang stop loss pasti sekarang saya profit” lalu trading selanjutnya mereka pasti tidak akan memasang stop loss karena keseringan kejadian harga kena stop loss lalu berbalik arah lagi.
Satu hal yang harus diperhatikan trading itu murni bisnis yang beresiko tinggi bahkan paling tinggi, jadi jangan sekali kali saat kita trading tidak menentukan batasan resikonya karena yang ada bukan untung yang akan kita dapatkan tapi hilang dalam sekejap modal kita kena istilahnya margin call. Menentukan stop loss itu penting bahkan lebih penting dari menentukan target profit kita yang menjadi pertanyaan atau masalah yaitu bagaimana cara kita menentukan stop loss yang baik dan aman.
Untuk menentukan stop loss atau batasan kerugian tergantung dari sistim trading yang kita gunakan. Biasanya stop loss ada yang disebut “Close Point”dan “Far Point”. Lalu bagaimana cara menempatkannya.
Lalu apa yang dimaksud dengan “Close Point” dan “Far Point” itu sendiri, ada banyak definisi tentang kedua hal tersebut, tapi yang cukup mudah dipahami yaitu :
  • Close Point yaitu ketika harga bergerak menembus level resistance, kita dapat menempatkan stop loss beberapa point/pip dibawah garis resistance tadi, dan sebaliknya
  • Far Point yaitu jika harga bergerak menembus resistance maka kita menempatkanstop loss dibawah support level, dan sebaliknya
Contoh jika kita mengambil posisi sell saat break support maka tempatkan stop loss secara “close point” beberapa point diatas garis support sementara untuk “far point” yaitu menempatkan stop loss beberapa point diatas level resistance.
Selain itu saat menentukan level stop loss kita juga harus mengetahui faktor  faktor apa saja yang penting yang harus kita perhatikan untuk menentukan stop loss, ada beberapa faktor penting yaitu :
  1. Time frame yang lebih besar, perbesar time frame dari grafik, lalu kita lihat kemanakah trend harga saat itu, jika kita trading mengikuti trend akan jauh lebih aman menggunakan “Far Point”, namun apabila kita ingin melawan trend menempatkan stop loss secara “Close Point” akan jauh lebih aman.
  2. Break Pertama, kita mungkin sering mengalami kejadian false breakresistance atau support lebih dari sekali. Sering kali terjadi bahwa harga membuat false break sebelum terjadi break yang sebenarnya. Jika kejadian break tersebut terjadi untuk pertama kali maka penentuan stop loss akan lebih bijak menggunakan yang “Close Point”.  Akan tetapi jika break yang kedua kalinya ada kemungkinan besar bahwa harga akan terus bergerak melewati resistance atau support, meskipun akan mengalami koreksi sementara waktu, untuk kejadian seperti ini menentukan stop loss dengan cara “Far Point” akan lebih bijak diterapkan.
  3. Take Profit Point, cara menentukan stop loss ini tergantung dari sistim trading yang kita pakai, jika kita percaya diri menempatkan level take profit, kita bisa menghitung level stop loss dengan menggunakan risk reward rasio. Untuk risk reward rasio yang bagus yaitu 1 : 2 bisa digunakan sebagai acuan artinya jika kita ingin profit 50 pip maka batasan resiko kita 25 pip. Dengan risk and reward seperti itu kita tidak perlu mencari sistim trading yang 90 % cukup akurat atau profitable tapi mungkin dengan tingkat keberhasilan 60% saja secara total kita masih bisa profit.
Itulah beberapa hal yang harus kita perhatikan saat menentukan stop loss, dan untuk meminimalkan kerugian ambillah posisi saat harga mendekati area support resistance jangan saat harga masih ditengah tengah antara area support resistance meski terlihat secara visual pergerakan harga cukup cepat. Sabarlah menunggu saat yang tepat untuk menembak sasaran yang akan kita bidik.
Cheerss….

Rahasia Mengamankan Keuntungan Dalam Trading

Dalam trading, Anda harus mempersiapkan semua hal dengan baik. Trading plan adalah hal yang mutlak harus Anda miliki. Itu adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus memiliki rencana yang matang. Apakah trading plan saja sudah cukup?
Sebentar, apakah Anda barusan menjawab “YA”? Enak saja…. :)
Jawabannya adalah: TIDAK. Trading plan saja tidak akan mengantarkan Anda ke mana-mana. “Plan your trade, trade your plan,” begitu pemeo yang terkenal di dunia trading. Jadi, secanggih dan sedetail apa pun trading plan Anda tidak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya. Setuju?
Namun ternyata trading tidak semata berhenti pada mengeksekusi trading plan dengan baik. Anda pun harus secara aktif memantau posisi (transaksi) terbuka yang telah Anda buat. Ingatlah bahwa pasar sangat dinamis sehingga Anda pun harus bisa mengikuti dinamika pasar. Dengan demikian, Anda tidak boleh dengan kaku berkata, “Saya sudah jalankan trading plan saya. Tugas saya sudah selesai.” Bayangkan Anda mengatakan itu dengan suara robot. :)
Jadi, apa yang selanjutnya harus Anda lakukan ketika Anda sudah mengeksekusi trading plan Anda? Ini tips-tipsnya.
Tetap amati pasar
Anda mungkin adalah trader yang sangat menggilai analisa teknikal. Anda mungkin juga memiliki teman yang sangat mengandalkan analisa fundamental. Di luar sana, mungkin ada juga trader yang berdiri di tengah-tengah: menggabungkan analisa teknikal dan fundamental sekaligus.
Yang mana pun Anda, tetap saja Anda tak bisa mengingkari fakta bahwa berita atau data ekonomi bisa mempengaruhi pergerakan harga. Pasar bisa berubah arah dengan sangat cepat dan signifikan dalam hitungan detik dalam rangka merespon berita yang mungkin baru saja dirilis. Anda tidak bisa mengatakan, “Saya analis teknikal, tak peduli berita”, atau “Data ekonomi AS sedang dalam performa puncak, tak mungkin USD melemah”. (Pakai suara robot lagi… bibip… bibop….)
Apa pun bisa terjadi. Itulah sebabnya Anda tetap harus tetap mengamati perkembangan pasar.
Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading 2
Memang dalam analisa teknikal lebih penting mengamati reaksi pasar daripada repot-repot mencari tahu berita apa yang beredar. Namun bagaimana Anda bisa mengetahui reaksi pasar terkini jika Anda sama sekali tak melihat pergerakan harga?
Tetaplah “terhubung” dengan pasar. Jika Anda adalah orang yang sangatmobile, tak ada salahnya melengkapi diri Anda dengan smartphone yang terinstal Mobile TraderDengan demikian, Anda akan bisa segera mengambil keputusan begitu melihat ada “gelagat” yang bisa mengancam transaksi Anda.
Trading plan tak harus kaku
Ayolah, jangan kaku. Bahkan dalam aturan militer pun, seorang sersan boleh melawan perintah letnannya jika ia menilai perintah itu akan membahayakan keselamatan pasukannya dan ia punya opsi lain. Aturan militer pun ternyata bisa fleskibel juga.
Dalam trading, Anda pun harus berupaya selugas mungkin dalam membuat dan menerapkan trading plan Anda. Namun ini bukan berarti Anda bebas melabrak semua aturan yang telah Anda buat dalam rencana trading Anda itu. Tidak pula lantas meniadakan trading plan. Menjadi fleksibel itu tidak sama dengan menjadi ceroboh.
Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading 3
Anda harus bisa membuat beberapa penyesuaian jika pasar berubah dan tentu saja tetap berada dalam kerangka trading plan Anda. Contoh mudahnya, katakanlah Anda membuka posisi sell karena Anda melihat ada polasymmetrical triangle yang telah terkonfimasi di chart. Harga kemudian turun namun belum menyentuh target profit berdasarkan pola tersebut. Setelah beberapa waktu ternyata harga bergerak sideway, tak kunjung mencapai target Anda. Indikasi oversold pun mulai terlihat. Apa yang kemudian akan Anda lakukan? Menunggu target tercapai, atau menutup transaksi tersebut meskipun keuntungannya belum sesuai dengan target Anda?
Ingatlah bahwa semakin lama Anda membiarkan posisi Anda terbuka maka semakin besar peluang posisi Anda akan menghadapi resiko. Maka, dalam kasus di atas, sah-sah saja jika Anda memutuskan untuk menutup transaksi tersebut. Mengapa? Karena Anda memiliki pertimbangan yang obyektif, bukan semata karena takut keuntungan Anda berubah menjadi kerugian.
Sesuaikan transaksi dengan situasi pasar
Dalam trading, tentu Anda ingin selalu meminimalisir resiko. Salah satu cara yang Anda gunakan adalah menerapkan kebijakan “risk-to-reward ratio” yang baik, di mana resiko (stop loss) selalu lebih kecil daripada reward (target profit).
Begitupun, bukan berarti Anda tak boleh memodifikasi transaksi Anda. Meskipun resiko yang akan Anda hadapi sudah pasti akan lebih kecil daripada target keuntungan, Anda masih diizinkan untuk memperkecil volume transaksi yang telah Anda buat.
Seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan harapan Anda, namun Anda masih meyakini bahwa posisi Anda masih berpotensi mencapai target, Anda boleh mengurangi besaran transaksi Anda. Misalnya, dari 5 lot dikurangi menjadi 2 atau 3 lot.
Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading 4
Sebaliknya, jika ternyata harga bergerak sesuai dengan analisa Anda, cobalah untuk mengaktifkan trailing stop, yaitu mengubah level stop loss menjadi “stop profit”.
Memang sebaiknya hal-hal di atas sudah Anda persiapkan dalam trading plan Anda. Namun seandainya belum, tidak ada salahnya untuk mengaplikasikannya segera pada posisi terbuka yang Anda miliki.
Mudah-mudahan tips-tips ini bisa membantu Anda mempertahankan keuntungan pada transaksi yang Anda buat, sehingga trading plan yang sudah Anda susun dengan susah payah tak berakhir dengan kerugian yang tak terduga. Cobalah untuk menerapkannya.
Selamat trading.

Selasa, 12 Mei 2015

Trading Live bersama Kevin

Pemberitahuan....untuk seminar KHTI DKI Jakarta dimajukan menjadi tanggal 28 mei 2015 jam 18.00 wib s/d selesai dan akan dihadiri oleh: Artis Kevin Aprillo....segera daftarkan diri anda....peserta terbatas...Untuk Pendaftaran Kirim Email ke khti.dkijakarta@gmail.com